You are here:

Hantavirus Viral di Media Sosial, dr. Dewi Retnoningsih RSI Siti Hajar Ungkap Fakta yang Wajib Diketahui

RSI SITI HAJAR – Hantavirus sedang ramai diperbincangkan di media sosial beberapa waktu belakangan. Termasuk di kolom komentar akun RSI Siti Hajar, juga ada yang berkomentar tentang itu. Banyak masyarakat yang bertanya-tanya, “Apa itu Hantavirus?” hingga “Apakah berbahaya untuk anak-anak?”.

Menanggapi banyaknya pertanyaan tersebut, dr. Dewi Retnoningsih, Sp. MK., Subsp. Mik. (K) memberikan penjelasan agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak mudah panik.

Menurut dr. Dewi Retnoningsih, Hantavirus bukanlah virus baru yang tiba-tiba muncul. Hantavirus merupakan kelompok virus yang dapat menular dari hewan ke manusia, terutama melalui tikus. Virus ini berbeda dengan flu atau COVID-19 yang dapat menular antar manusia. Penularan Hantavirus umumnya terjadi dari paparan lingkungan yang terkontaminasi oleh urine, liur, atau kotoran tikus.

Penularan Hantavirus sering terjadi tanpa disadari. Salah satu kondisi yang paling sering menjadi penyebab adalah saat seseorang membersihkan gudang, loteng, atau area yang lama tidak digunakan dan terdapat banyak kotoran tikus. Ketika debu yang terkontaminasi partikel urine atau liur tikus terhirup, virus dapat masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan.

Oleh karena itu, penting untuk berhati-hati saat membersihkan area berdebu atau tempat yang berpotensi menjadi sarang tikus. Gejala awal Hantavirus memang dapat menyerupai flu biasa, seperti demam, nyeri otot, dan tubuh terasa lemas. Namun, masyarakat perlu waspada apabila muncul gejala yang lebih berat, terutama sesak napas hebat. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera agar pasien mendapatkan perawatan yang tepat di instalasi gawat darurat (IGD). Dokter Dewi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan rumah untuk mencegah risiko penularan Hantavirus.

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
– Menutup akses masuk tikus ke dalam rumah
– Menyimpan makanan di wadah tertutup rapat
– Membersihkan rumah dan gudang secara rutin dan menggunakan sarung tangan
– Menggunakan masker saat membersihkan area berdebu atau tempat yang berpotensi terdapat kotoran tikus

Dokter Dewi Retnoningsih mengimbau masyarakat agar tidak panik berlebihan menghadapi informasi tentang Hantavirus. Kunci utama pencegahan adalah menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan.

“Jadi nggak perlu panik berlebihan, yang penting waspada dan jaga kebersihan. Sehat selalu untuk warga Sidoarjo dan sekitarnya,” ujar dr. Dewi Retnoningsih, Sp. MK., Subsp. Mik. (K).

Bagikan: