You are here:

Baby Blues, Kondisi Psikologis Setelah Melahirkan yang Perlu Dipahami Ibu dan Keluarga

RSI SITI HAJAR – Masa setelah melahirkan merupakan fase penting bagi seorang ibu. Selain perubahan fisik, ibu juga mengalami perubahan psikologis yang tidak jarang menimbulkan gangguan emosi. Salah satu kondisi yang sering terjadi adalah baby blues.
Menurut dokter spesialis kejiwaan RSI Siti Hajar Sidoarjo, dr. Nur Azizah A.S., Sp.KJ, baby blues merupakan kondisi psikologis yang umum terjadi pada ibu setelah melahirkan.
“Kondisi ini muncul akibat perubahan psikologis yang dialami ibu setelah proses persalinan,” kata dokter Nur Azizah.
Baby blues ditandai dengan gangguan emosional, kecemasan, dan perasaan bingung yang biasanya muncul 2 hingga 3 hari setelah melahirkan.

Tanda dan Gejala Baby Blues
Baby blues termasuk dalam gangguan suasana hati (mood). Dr. Azizah menjelaskan bahwa gejalanya ada beberapa. Termasuk perasaan sedih tanpa sebab yang jelas, ulit berkonsentrasi, mudah merasa lelah dalam aktivitas sehari-hari, dan Perubahan mood yang tidak menentu.
Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh perubahan hormon yang sangat signifikan setelah melahirkan. Namun, tidak semua ibu akan mengalami baby blues meskipun mengalami perubahan hormonal yang sama.
“Faktor lain seperti kelelahan, kurang tidur, perasaan harus mengurus bayi sendiri, serta kurangnya pengetahuan dalam merawat bayi juga dapat memicu baby blues,” lanjutnya.

Peran Pasangan dan Keluarga
Lingkungan sekitar, terutama pasangan dan keluarga, memiliki peran besar dalam membantu ibu melewati fase baby blues. Salah satu pemicu utama kondisi ini adalah kelelahan. Oleh karena itu, dukungan dapat diberikan dalam bentuk : membantu merawat bayi terutama di malam hari, membantu pekerjaan rumah tangga, dan memberikan dukungan emosional serta mental.
Dokter Azizah menambahkan bahwa budaya kekeluargaan di Indonesia menjadi salah satu faktor protektif, karena ibu setelah melahirkan umumnya masih mendapat dukungan dari keluarga inti, berbeda dengan kondisi di beberapa negara lain.

Kapan Harus Datang ke Tenaga Medis?
Baby blues seharusnya mulai membaik dalam waktu kurang dari dua minggu. Apabila keluhan berlangsung lebih dari dua minggu, kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat berkembang menjadi depresi postpartum.
Ibu perlu segera berkonsultasi dengan tenaga medis apabila muncul perasaan tidak wajar, seperti merasa tidak sanggup melihat atau merawat anak sendiri, atau muncul pikiran negatif terhadap diri dan bayi. Komunikasi dengan keluarga sangat penting, namun jika kondisi berlanjut, bantuan profesional menjadi langkah yang tepat.

Tips dari dr. Nur Azizah
Dokter Nur Azizah berpesan bahwa baby blues bersifat sementara dan bukan tanda kelemahan seorang ibu. Ibu perlu lebih peka terhadap kondisi mentalnya, memahami perubahan yang terjadi, dan tidak memendam perasaan.
Jika sudah menyadari adanya gangguan emosional, jangan diam, sampaikan dan komunikasikan apa yang dirasakan kepada pasangan atau keluarga. Orang sekitar tidak akan memahami kondisi ibu jika tidak disampaikan.
Dengan komunikasi yang baik dan dukungan lingkungan, ibu dapat menjalani perannya secara sehat dan optimal dalam membesarkan anak. (Tim Humas)

Bagikan: