You are here:

Pubertas Dini: Tanda, Penyebab, Dampak, dan Pentingnya Pemantauan Tumbuh Kembang Anak

RSI SITI HAJAR – Pubertas merupakan proses perubahan fisik dan psikologis yang dialami anak menuju masa dewasa. Namun, pubertas yang terjadi terlalu cepat dapat menjadi tanda adanya gangguan pada sistem hormonal. Bila anak mulai mengalami menstruasi atau perubahan suara bahkan sebelum memasuki usia sekolah dasar, kondisi tersebut perlu diwaspadai sebagai pubertas dini.

Menurut Dr.dr. Muhammad Faizi, Sp.A, Subsp. Endo, dokter Spesialis Anak Sub-Spesialis Endokrinologi RSI Siti Hajar Sidoarjo, pubertas dini adalah proses pubertas baik perubahan fisik maupun psikologis yang terjadi sebelum usia normalnya. Kriteria pubertas dini, untuk perempuan, tanda pubertas muncul sebelum usia 8 tahun. Sedangkan untuk laki-laki, tanda pubertas muncul sebelum usia 9 tahun.

“Pubertas sendiri merupakan proses alamiah. Namun, ketika terjadi terlalu cepat, anak menjadi lebih cepat matang secara fisik maupun hormon, sehingga memerlukan perhatian khusus dari orang tua,” kata dokter Faizi.

Penyebab pubertas dini, disebutnya, bersifat multifaktorial dan berbeda antara anak perempuan dan laki-laki. Pada Anak Perempuan, sebanyak 90–95% kasus pubertas dini bersifat idiopatik, yakni tidak diketahui penyebab pastinya. Kondisi ini melibatkan aktivasi dini pada jalur pubertas di otak, yaitu sumbu hipotalamus–pituitari–kelenjar seks. Sementara pada anak laki-laki, sebagian kecil kasus, yaitu 5–10%, dapat disebabkan oleh adanya tumor di otak, atau paparan zat kimia pengganggu hormon (endocrine disruptors) yang mengganggu sistem endokrin.

“Pubertas dini dapat menimbulkan berbagai dampak bagi anak, baik secara psikologis maupun biologis,” lanjutnya.

Dampak Psikologis : anak tidak siap dengan perubahan fisik yang terjadi, risiko mengalami perundungan (bullying) dari teman sebaya, penurunan rasa percaya diri, munculnya kecemasan, bahkan depresi pada beberapa kasus.Contohnya, anak perempuan yang mengalami menstruasi pada usia 6 tahun dapat merasa bingung, takut, dan tidak memahami apa yang sedang terjadi pada tubuhnya. Sedangkan dampak niologis dan pertumbuhan, ada perubahan fisik yang dapat muncul meliputi: Pembesaran payudara pada anak perempuan, pertumbuhan bulu ketiak dan bulu kemaluan, bau badan yang lebih kuat, suara pecah pada anak laki-laki, perubahan ukuran organ reproduksi.

“Salah satu dampak biologis paling penting adalah pertumbuhan tinggi badan. Anak dengan pubertas dini biasanya mengalami percepatan pertumbuhan di awal, sehingga terlihat lebih tinggi daripada teman seusianya. Namun, hal ini justru dapat menyebabkan pertumbuhan berhenti lebih cepat, sehingga anak berisiko memiliki tinggi badan dewasa yang lebih pendek,” urainya.

Langkah yang harus dilakukan orang tua, menurut dr. Faizi, kesadaran dan pemantauan rutin merupakan kunci utama dalam menangani pubertas dini. Seperti memperhatikan perubahan fisik anak : tumbuhnya payudara pada anak perempuan, tumbuhnya rambut kemaluan dan rambut ketiak, perubahan bau badan, pecahnya suara pada anak laki-laki, percepatan tinggi badan yang tidak wajar. Disarankan untuk memantau pertumbuhan tinggi badan secara berkala. Jadwal pemantauan tinggi badan yang dianjurkan: Usia 0–1 tahun: setiap bulan, isia 1–2 tahun: setiap 3 bulan, usia di atas 2 tahun: setiap 6 bulan.

“Pemantauan harus dilakukan hingga anak memasuki masa pubertas dan remaja. Segera konsultasi bila ada tanda awal. Pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter spesialis anak khususnya konsultasi endokrin sangat penting bila ditemukan tanda pubertas sebelum usia normal,” lanjutnya.

Pubertas dini merupakan kondisi medis yang memerlukan perhatian serius. Perubahan fisik dan psikologis yang terjadi terlalu cepat dapat berdampak pada kesehatan emosional, sosial, dan pertumbuhan fisik anak di masa depan. Pemantauan tinggi badan dan perkembangan fisik secara berkala dapat membantu orang tua dalam mendeteksi dini kondisi ini.

Untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal, RSI Siti Hajar Sidoarjo menyediakan layanan Growing Up Clinic, yaitu klinik khusus pemantauan pertumbuhan, perkembangan, dan hormon anak. Dapatkan pemeriksaan menyeluruh dan konsultasi langsung dengan dokter spesialis anak, termasuk penanganan terkait pubertas dini.(tim humas)

Bagikan: