You are here:

Tips Silaturahmi Sehat bagi Pejuang Diabetes saat Lebaran

SIDOARJO, RSI SITI HAJAR – Momen Idul fitri identik dengan tradisi berkeliling mengunjungi sanak saudara. Namun, di balik hangatnya jabat tangan, deretan sajian seperti nastar yang manis, opor ayam nan gurih, hingga sirop segar sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi kesehatan.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RSI Siti Hajar Sidoarjo, dr. Akhmad Fariz N, Sp.PD, FINASIM, memberikan perhatian khusus bagi para pejuang diabetes supaya tetap bisa bersilaturrahmi saat lebaran.
Seperti kita tahu, dalam tradisi kita memang terkesan bahwa menolak jamuan tuan rumah sering kali terasa tidak enak hati, meski ada kekhawatiran kadar gula darah akan melonjak.
Agar silaturahmi tetap berjalan lancar dan tubuh tetap bugar, dr. Akhmad Fariz membagikan tiga trik cerdas yang dapat Anda terapkan:

1. Jadikan Air Putih sebagai “Senjata Utama”
Saat bertamu, minuman manis seperti sirop atau soda hampir selalu tersedia di meja. Trik termudah untuk menjaga asupan gula adalah dengan meminta air putih secara sopan kepada tuan rumah.
“Dengan memilih air putih, Anda berhasil menghemat ratusan kalori dari gula tambahan yang tidak diperlukan oleh tubuh sepanjang hari tersebut,” jelas dr. Fariz.
2. Terapkan Rumus “Satu Kunjungan, Satu Camilan”
Godaan aneka kue kering di atas meja memang sulit ditepis. Alih-alih mencicipi semua jenis kue, dr. Fariz menyarankan rumus satu kunjungan, satu camilan.
“Pilihlah satu butir kue yang paling Anda sukai di setiap rumah. Cukup satu butir untuk menghargai tuan rumah tanpa harus mengorbankan stabilitas gula darah Anda,” tambahnya.
3. Disiplin Memantau Kadar Gula Darah Mandiri
Kesibukan berkeliling silaturahmi jangan sampai membuat Anda lalai memantau kondisi tubuh. Beliau menekankan pentingnya melakukan cek gula darah mandiri pada sore atau malam hari setelah rangkaian kunjungan selesai. Hal ini sangat krusial sebagai alat kontrol agar Anda tetap waspada terhadap kondisi kesehatan pribadi pasca-konsumsi hidangan lebaran.

Sebagai penutup, dr. Akhmad Fariz mengingatkan bahwa menjaga kesehatan adalah salah satu bentuk nyata rasa syukur kita atas nikmat usia dan kesempatan berkumpul bersama keluarga.
“Mari jalani silaturahmi dengan cerdas. Selamat Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin. Sehat selalu untuk kita semua,” ujarnya. (tim humas)

Bagikan: