Sidoarjo – Sinergi unik antara dunia kesehatan dan pelestarian satwa baru saja tercipta lewat kolaborasi apik Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo bersama Taman Safari Indonesia II Prigen, Pasuruan. Mengusung tajuk “From Lens To Legacy”, agenda ini memadukan edukasi kesehatan, keindahan konservasi, serta kreativitas digital dalam satu wadah kompetisi foto dan video yang segar. RSI Siti Hajar tidak sekadar berkunjung, melainkan memboyong langsung 100 content creator asal Sidoarjo untuk meramaikan dan mendokumentasikan setiap sudut eksotis lereng Gunung Arjuno tersebut.
Misi di Balik “From Lens To Legacy”
Kemitraan lintas sektor ini membuktikan bahwa edukasi layanan kesehatan masyarakat dan promosi pariwisata berbasis konservasi dapat berjalan beriringan. Melalui bidikan kamera para kreator, acara ini bertujuan:
* Merekam Jejak Edukasi dan Konservasi: Menghasilkan karya visual bermakna yang menceritakan harmoni antara manusia, satwa liar, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup yang sehat.
* Memperluas Jangkauan Pesan Sehat: Memperkenalkan RSI Siti Hajar sebagai fasilitas kesehatan modern yang adaptif, dekat dengan generasi muda, serta peduli pada wellness holistik.
* Wadah Kreativitas Lokal: Memberikan ruang bagi para pegiat konten visual Sidoarjo untuk berkompetisi, membangun jejaring, dan mengasah bakat di panggung profesional.
Keseruan 100 Kreator Menjelajah Alam Prigen
Suasana kompetisi berlangsung semarak sejak pagi hari. Berbekal kamera profesional hingga ponsel pintar, 100 kreator digital diajak menyusuri area safari untuk berburu momen terbaik, mulai dari ekspresi satwa langka, interaksi penjaga satwa (zookeeper), lanskap alam terbuka, hingga aksi tim medis RSI Siti Hajar yang hadir di lapangan.
Persaingan berlangsung ketat namun suportif. Setiap peserta ditantang meracik visual estetik dengan narasi yang kuat agar pesan “legacy” warisan kepedulian dan kehidupan tersampaikan secara utuh kepada audiens di media sosial. Langkah RSI Siti Hajar merangkul komunitas digital lokal menjadi bukti nyata strategi komunikasi publik yang relevan dan dinamis. Kolaborasi ini tak hanya melahirkan deretan karya visual memukau, tetapi juga meninggalkan dampak positif bagi promosi ekowisata Jawa Timur dan kesadaran hidup sehat masyarakat. (Tim Humas)




